Featured Post

Belajar Pada Ramadhan Tahun Ini


KANGWAWAN.ID- Tak terasa waktu yang dijejakkan di Ramadhan tahun ini sudah memasuki hari ke-13. Itu artinya hampir akan separuh perjalanan puasa kita juga akan sampai. Ramadhan selalu dinanti oleh setiap umat Islam sebagai bulan suci yang penuh ampunan, keberkahan serta kemuliaan. Tak pelak, Ramadhan juga menjadi bulan yang akan diingat dan dikenang sebagai kembalinya diri menuju kepada penyucian diri jiwa dan rohani kepada Sang Khaliq.

Banyak rangkaian didadalmnya yang membuat kita akan selalu menikmati syahdu-nya bulan islam yang satu ini. Sebagai masyarakat Indonesia dengan populasi keyakinan mayoritas Islam, tentu ada yang kalian tunggu disaat Ramadhan. Shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an, Iktikaf, Ngabuburit, Buka Puasa, Berburu Takjil, Sahur, Parade Menyambut Idhul Fitri dan masih banyak lagi. Pasti itu menjadi bagian yang kalian dambakan seraya menjalankan puasa dengan penuh khidmat dan kekhusyukan. Namun hal itu nyatanya akan berbeda ditahun ini. Kenapa emangnya?

Baru-baru ini dan mungkin sudah ada dua bulan lebih ya, semenjak terjadi fenomena wabah pandemi Covid-19 yang diduga pertama kali di Kota Wuhan China dan merembet ke berbagai negara ini termasuk Indonesi membuat semua aktivitas terutama yang berkaitan dengan pengumpulan dan kerumunan massa mulai direnggangka. Pemerintah telah menetapka aturan untuk semua warga masyarakat melakukan pola kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan segala aktivitas apapun dikembalikan untuk dirumah. Saya pun juga tidak bisa pulang karena untuk menghindari dan pencegahan. Mendadak dan sangat urgent pastinya. Karena melihat banyaknya korban berjatuhan. Sudah 800 jiwa lebih yang meninggal di Indonesia sejak saya tulis artikel ini. Banyak sekali bukan? Dan itu menjadi perhatian kita semua untuk patuh dan mencoba meng-isolasi diri sembari berdoa semoga lekas membaik.

Well, kembali ke Ramadhan, ada satu garis merah yang akhirnya kita pakai. Bahwa dengan diturunkannya makhluk Allah ini kita lebih dekat dan belajar. Belajar memaknai diri dalam kaitannya ketika sebuah musibah didatangkan disaat dan waktu yang kita rasa tidak tepat, kita lebih dalam mempelajari arti hidup. Bagaimana tidak? Ramadhan yang biasanya kita sering bersama, dipaksan untuk melakukan perenungan diri. Kita diarahkan untuk bisa menafsiri, menghikmahi wabah ini dengan me-Ramadhan-kan diri ini ditengah wabah. 

Maka, selagi waktu masih tetap berjalan mari kita bersama-sama mencoba memberikan yang terbaik dan senantiasa berbuat kebaikan agar setidaknya Covid ini lekas berlalu dan kita beraktivitas lagi. Karena Ramadhan ini tetap menjadi Ramadhan-ku, Ramadhan-mu dan Ramadhan kita semua. Aamiin.



*Tulisan ini juga dimuat di website resmi Karang Taruna Sambikenceng Bersatu dimana penulis dahulu juga menjadi anggota pengurus semasa masih tinggal di Nganjuk kota kelahirannya. Dengan judul Me-Ramadhan-kan Diri di Tengah Pandemi

0 Komentar

Add CSS